Kisah 2: Mencintai Apa Adanya Dalam Pertemanan

Kisah ini adalah sambungan dari rangkaian tulisan gue yang ini. Masih tetap berkisah tentang mencintai apa adanya, hanya saja dalam ranah pertemanan.

Kisah 2:

Ada sebuah kisah lain dari seorang teman lama juga. Suatu malam dia tiba-tiba dia kirim BBM seperti ini, “Gue ini sahabat yang menyebalkan gak? Gue nyusahin banyak temen gue, kayaknya setelah ini males berteman.”

Gue adalah orang yang percaya pada prinsip bahwa tiap orang layak untuk dihargai, terlepas dari kelemahan-kelemahan yang dimiliki. Gue sejenak tepikir kalau berada di posisi dia, gue tau orang ini banyak kecewa, banyak ditolak sana-sini bahkan diremehkan orang lain. Gue pikir dia sudah sampai pada satu titik dimana rasanya lelah menghadapi semua kekecewaan dan penolakan-penolakan itu.

Tanpa sadar kita jadi orang yang egois dan hanya mementingkan kesenangan pribadi

Kadang tanpa sadar, kita jadi orang-orang yang menyudutkan. Tanpa sadar kita jadi orang yang mendiskreditkan orang berdasarkan sifatnya, lalu mengejek-ejek dan menganggapnya lucu. Tanpa sadar kita jadi orang yang egois dan hanya mementingkan kesenangan pribadi, mementingkan ketawa-ketawa ga jelas tanpa sadar bahwa sebenarnya tindakan kita berpengaruh besar pada hidup orang lain.

ga ada yang harus dikucilkan, diejek-ejek, dan disingkirkan dari pertemanan hanya karena dia berbeda dan menghina dia bisa bikin ketawa-ketawa.

Ga ada yang salah dengan menjadi diri sendiri. Tiap orang itu unik, ga ada yang sifatnya sama. Tiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dan ga ada yang harus dikucilkan, diejek-ejek, dan disingkirkan dari pertemanan hanya karena dia berbeda dan menghina dia bisa bikin ketawa-ketawa.

Menghargai orang secara utuh beserta dengan kelemahannya adalah suatu hal yang sulit, ga semua orang bisa lakukan hal itu. Gue sendiri masih harus banyak belajar soal ini. Gue punya satu pemahaman bahwa menghargai bukan berarti membiarkan kelemahan itu begitu saja, kritik yang disampaikan dengan cara yang tepat juga merupakan bagian dari menghargai.

Semoga berguna.

glm wp

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s