Tetang Ilmu Pemasaran, PMI, dan Ade Rai

marketing

Istilah ilmu pemasaran tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Menurut pemahaman gue, secara sederhananya, ilmu pemasaran dapat dijelaskan sebagai ilmu yang mempelajari cara memperkenalkan sesuatu (barang, jasa, dan sebagainya) dengan tujuan untuk promosi atau penjualan. Kalau dijabarkan lebih lanjut, penjualan di sini adalah pertukaran nilai, misal uang dengan roti, uang dengan jasa, jasa dengan jasa, dan lain sebagainya.

Bagian serunya adalah, pertukaran nilai ini mencakup aspek yang sangat luas. Ilmu pemasaran adalah ilmu yang menarik karena cukup banyak hal yang terjadi di sekitar kita ternyata bisa dijelaskan dengan konsep-konsep pemasaran.

Ambil contoh, kegiatan donor darah. Ternyata donor darah lewat PMI juga merupakan proses pertukaran nilai. Ada penjual, ada pembeli. PMI adalah penjual sementara kita, para pendonor, adalah pembelinya.

logo pmi

Apa yang dijual dan apa yang dibeli? PMI menjual manfaat positif yang bisa didapat dari donor. Misal, kegiatan donor darah dari PMI yang diselenggarakan di kantor menjual kebebasan untuk sejenak kabur dari rutinitas kantor, PMI menjual perasaan bangga karena telah jadi pahlawan kemanusiaan, PMI menjual manfaat untuk mendapatkan makanan dan minuman gratis setelah donor darah, PMI menjual manfaat kesehatan yang bisa didapat dari peremajaan sel-sel darah merah. Nah, kita sebagai pendonor, membeli manfaat-manfaat itu dari PMI dengan memberikan darah kita.

Nah, lalu apa hubungan ilmu pemasaran dengan Ade Rai? Kalau dipandang dari segi ilmu pemasaran, sukses Ade Rai saat ini juga tidak luput dari peran media yang banyak meliput tentang Ade Rai, hal ini akhirnya membuat orang makin tau akan kualitas yang dia miliki.

ade rai 2

Saking kuatnya efek dari liputan media, personal brand atau merk Ade Rai sebagai binaragawan begitu melekat pada benak masyarakat Indonesia. Di Indonesia, siapa yang tidak tau Ade Rai? Kalau disuruh menyebutkan binaragawan asal Indonesia, bisa jadi hanya nama Ade Rai yang kita sebut.

Hal yang sama juga berlaku pada Aqua sebagai merk air mineral dalam kemasan. Saking kuatnya, sampai-sampai semua air mineral dalam kemasan disebut Aqua, padahal merk sebenarnya adalah Grand, Vit, dll..

100 x 0 = 0

Dalam pemasaran, ada sebuah konsep sederhana tapi besar dampaknya yaitu Kualitas x Pemasaran = Penjualan. Anggap kita sudah bersusah payah membangun sebuah produk yang berkualitas. Logikanya, kalau produknya hanya disimpan di kamar, tidak pernah diperlihatkan pada orang, tidak pernah kita bicarakan pada orang lain, ya mau sampai kapanpun tidak akan ada orang yang beli produk kita. Kualitas = 100 tapi pemasaran = 0, hasil akhirnya ya penjualan = 0. 100 x 0 = 0.

Oleh karena itu, jangan heran kalau Ade Rai sukses membangun bisnis pusat kebugaran. Kualitas yang sudah terbukti karena bisa membangun badannya sendiri dan dikombinasikan dengan sorotan dari media, tentunya menjadikan bisnisnya memiliki banyak peminat. Sementara orang lain bisa saja membangun pusat kebugaran dengan konsep yang sama bahkan peralatannya mungkin lebih bagus dan lengkap, tapi kalau pemasarannya kalah, belum tentu bisnisnya bisa seramai punya Ade Rai.

dia berjuang membangun diri sebagai orang yang berkualitas

Konsep yang sama juga berlaku untuk karir kita. Saya ambil contoh, seorang teman sukses membangun merk dirinya sebagai orang yang ahli di bidang sosial media dan pakar pemasaran. Dimulai dari tingginya pengalaman sebagai penulis serta pengajar serta jam terbang belajar ilmu-ilmu baru, dia berkembang jadi pribadi yang memiliki kemampuan, perspektif, dan mindset yang unik. Singkat kata, dia berjuang membangun diri sebagai orang yang berkualitas.

Singkat cerita, jumlah followers twitternya meledak hingga mencapai puluhan ribu dalam jangka waktu relatif singkat

Karena lumayan banyak waktu luang, ia banyak aktif di twitter dan banyak berdiskusi tentang perspektif dia dalam memandang sesuatu. Singkat cerita, followernya meledak hingga mencapai puluhan ribu dalam jangka waktu relatif singkat. Karena kesuksesannya itu, dia mendapat sebuah tawaran pekerjaan lewat twitter. Pekerjaan itu membuat dia yann notabene seorang guru bahasa Inggris, lompat jadi Marketing Communications Manager merangkap Corporate Communications Manager di salah satu perusahaan advertising terkenal di Indonesia. Begitulah kekuatan pemasaran pada perjalanan karir seseorang. Ketika kualitas bertemu pemasaran, maka akan menghasilkan penjualan.

Oleh karena itu, bangunlah kualitas mulai dari sekarang, lalu tunjukkan pada dunia tentang kualitas yang kita miliki. Jangan simpan di bawah bantal atau kunci dalam kamar. Makin banyak orang tau, makin banyak kesempatan. Bangun personal brand yang kuat. Tetap berusaha sambil berdoa. Kita tidak akan pernah tau, kemana kesempatan akan membawa kita.

Semoga berguna.

glm wp

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s