My Business School Journey: Part 4

Sambungan dari Part 3.3

Dengan berakhirnya tahapan seleksi wawancara, artinya gue tinggal tunggu pengumuman selanjutnya yaitu pengumuman hasil seleksi yang akan diberitahukan lewat surat elektronik pada tanggal 10 Desember 2015.

Semua upaya sudah dikerahkan, artinya tinggal pasrah sama hasilnya. Kelompok LGD kami waktu itu sempat buat grup whatsapp tapi grup itu gak terlalu rame. Mungkin karena baru mengenal satu dengan yang lainnya sehingga ada rasa canggung dalam interaksi kami. Tapi keadaan akhirnya jadi berbeda ketika hari yang dinanti-nantikan tiba juga. Grup whatsapp LGD kami mendadak rame. Gue dari pagi udah gak henti-hentinya refresh kotak masuk surat elektronik gue dan bolak-balik memeriksa kotak spam (barangkali nyelip masuk ke sana).

Ditunggu-tunggu sampai siang, masih belum ada juga pengumumannya. Gue waktu itu agak menyesal juga gak buat alamat surat elektronik khusus untuk LPDP. Terhitung ada sekitar 30 surat yang masuk pada siang itu. Tiap ada surat yang masuk, gue langsung deg-degan. Padahal begitu liat judulnya, yaelah, iklan gelas dari elevenia.. Untuk mengusir ketegangan, akhirnya gue sambil balas surat dari temen gue yang waktu itu ngajak diskusi tentang bitcoin.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 4 sore lebih 20 menit waktu tiba-tiba, seorang teman di grup whatsapp LGD bilang kalau pengumuman sudah keluar. Whoaa!! Gue mendadak jadi super tegang. Gue yang waktu itu ada di depan PC kantor, berulang kali tekan tombol refresh supaya yakin kalau yang tertampil di monitor gue merupakan isi kotak surat yang terbaru.

Gak ada. Gak ada surat masuk saat itu. Gue mulai pasrah saat ada seorang teman menanyakan kepada yang lain, “Apa benar yang lulus saja yang dapat e-mail ? Kok saya gak dapat ya?”. Wah, kalau yang gak lulus itu gak dapat surat, artinya gue gak lulus dong? Begitu pikir gue dalam hati. Seorang teman membesarkan hati dengan bilang mungkin agak terlambat sedikit karena jumlah surat yang dikirim tidak sedikit.

Gue masih terus refresh sampai akhirnya sebuah surat dari LPDP nongol di kotak masuk gue.

penguman kelulusan LPDP

Waktu baca pengumuman itu, gue langsung mengepalkan tangan gue lalu berteriak YESSS!! yang besar di dalam hati. Beberapa teman langsung menanyakan gue perihal status beasiswa gue. Gue cuma jawab singkat, lalu langsung menuju ke luar ruangan untuk telpon orang tua gue.

Sore itu entah kenapa orang rumah sulit untuk dihubungi. Gue coba hubungi berkali-kali tapi gak diangkat. Setelah sekian kali gue hubungi, akhirnya panggilan gue itu diangkat oleh mama. Setelah mendengar kabar kalau gue lulus, mama langsung panggil papa yang lagi kerja di lantai dua rumah kami. “Pin! Telepon dari anes! Anes lulus beasiswa katanya!” Gue mendengarkan derap kaki papa terburu-buru menuruni tangga kayu sampai akhirnya terdengar suara papa berbicara lewat sambungan telepon.

“Halo, ya, kenapa nes?”

“Pa, ku lulus beasiswa..”

“Puji Tuhan! Puji Tuhan nak. Papa seneng sekali pokoknya.”

Mendengar pernyataan bahwa papa senang sekali merupakan hal yang istimewa buat gue. Seumur-umur, papa hampir gak pernah bilang puas atau senang atas apa yang gue buat. Gue menyadari bahwa memang dia sengaja melakukan itu supaya anak-anaknya tidak cepat puas dan membanggakan diri sendiri.

Sore itu jadi sore yang monumental buat gue, karena artinya gue selangkah semakin dekat dengan angan-angan gue untuk belajar lebih dalam soal administrasi bisnis.

===

Part-part sebelumnya:

===

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s