Road to 42.2 km Marathon

Lari

Waktu kecil, gue kerjanya lari tanpa henti. Untuk memuaskan hasrat berlarian tanpa arahpun gue seringkali harus manjat pagar rumah yg tingginya hampir 2 meter. Saat siang hari, bokap gue selalu mengunci pagar rumah supaya kami (gue dan adik laki-laki gue) tidur siang. Tapi memang dasarnya bandel, malahan kami manjat pagar. Bahkan sepeda kami juga pernah ikut diselundupkan lewat atas pagar saat kami kabur dari jadwal tidur siang.

Desember 2013, waktu menulis tentang 27 hal yang ingin gue lakukan sebelum meninggal, gue menuliskan “Finish 42k marathon” di nomor 24. Untuk gue yang saat itu lari 5 kilometer pun butuh perjuangan fisik dan mental yang luar biasa, sepertinya target tersebut hampir mustahil untuk dicapai.

Setelah sekian lama, belakangan ini gue ingat lagi akan target yang gue tulis hampir 4 tahun yang lalu itu. Sejak April tahun ini, gue mulai fokus untuk bisa menyelesaikan tantangan tersebut. Total lari sejauh 311,83 kilometer dan berbagai variasi latihan lari sudah gue tempuh sejak April hingga saat ini. Belum ada apa-apanya memang, tapi ini merupakan pencapaian tersendiri buat gue.

Total jarak yang gue tempuh vs total jarak teman-teman gue di Nike+

Setelah menyelesaikan lari 15 kilometer gue yang ke dua, lari 42.2 kilometer memang masih merupakan hal yang sulit namun ga lagi merupakan hal yang hampir mustahil. Tahun ini gue bakal fokus untuk bisa menyelesaikan lari half-marathon dan tahun depan gue akan mencoba untuk menyelesaikan full-marathon. Supaya semangat, gue bahkan sudah mendaftar untuk dua acara lari di Manchester, half-marathon (21.1 kilometers) tanggal 15 Oktober 2017 dan full-marathon (42.2 kilometers) tanggal 8 April 2018.

Wish me luck!

2 event lari yang akan gue ikuti di tahun depan dan tahun ini

Iklan